Skip navigation

Category Archives: Pertunjukan

Ibu yang satu ini memang dikenal lucu dan sering membuat gelak tawa mengalir. Kadang tingkahnya lucu dan aneh…

Pada saat pawai Ogoh-ogoh tahun ini, Ibu-ibu PKK juga ngga ketinggalan unjuk gigi mempersembahkan gamelan Baleganjur. Saya jadi malu sebagai putra desa yang ngga bisa memainkan gamelan. Terima kasih ya ibu-ibu, kami jadi lebih semangat mengarak ogoh-ogoh diiringi Baleganjur.

Beberapa hari yang lalu, walaupun agak ngebut-ngebutan dari Denpasar, pulang kampung ke Tinggarsari, akhirnya sampai juga tepat waktu. Tepat waktu berarti sebelum pawai ogoh-ogoh dimulai.

Teman-teman dari Banjar Munduk, ada Yayak (Tu Arya), Dek Soplo, Mang Bayu dan lain-lain sudah mempersiapkan ogoh-ogoh yang akan diarak.

Berikut beberapa foto ogoh-ogoh yang ditampilkan di desa Tinggarsari.

Aksi 3 penari; Bli Gede Bremen, Jero Nuarta dan maaf lupa nama yang satu lagi, rumahnya di bawah SD 1 Tinggarsari. Info namanya ya kalau ada yang tau. Foto diambil saat pertunjukan tari Pendet di pura Puseh.

3penari

Foto tari Pendet Istri (wanita) yang diambil saat piodalan di pura Puseh Tinggarsari.

pendet-istri

Tari Pendet lanang ini ditujukan untuk memohon Ida betara agar hadir ke bumi dan menyaksikan upacara dan persembahan yang dihaturkan oleh umat. Pendet lanang ditarikan oleh pria dewasa atau remaja dengan jumlah genap, biasanya 6 atau 8 orang. Lanang kan artinya laki-laki. Walaupun ga mahir menari, saya cukup sering ngayah ngaturang tari Pendet :)

pendet-lanang

Tari Jaran Teji ini selalu ditampilkan saat piodalan di Pura Puseh, seperti saat piodalan tanggal 3 November 2009 lalu. Ada yang mengerti makna tarian ini?

jaran-teji

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.